Cari Blog Ini

Senin, 01 April 2019

CINTA DI PULAU BALI

Pagi yang dingin, aku mendekat ke perapian di rumahku. Aku duduk  untuk mendekatkan bagian tubuhku supaya terasa hangat. Kunyalakan kayu bakar, ku tambah lagi supaya nyala api semakin besar

Aku pun menyiapkan teh manis hangat untuk mengawali hariku, biasanya dengan meminum teh bisa menambah sedikit tenaga untuk mengarungi hari. Merenung sebentar, mencoba memaknai hari dan juga mengumpulkan semangat

Berharap semoga hari ini Allah memberikan kemudahan dalam segala urusan-urusan, dan senantiasa menjadikanku hamba yang beruntung. Kuminum perlahan teh manis, kunikmati dengan Singkong goreng yang masih hangat

Telfonku berdering, ada panggilan dari temenku yang bernama Abdul

"Halo dol, ada apa?", tanyaku padanya

"Lagi sibuk gak bro?"

"Nggak dol, lagi santai iki. Ada apa emang?"

"Gue butuh bantuan lo bro, gue mau bikin usaha kuliner di bali"

"Apa yang bisa gue bantu?"

"Lo kan jago soal konstruksi bangunan, gue mau bikin Warung Makan, bantu gue bikin konsepnya sampai jadi. Gue borongin ke Lo. Nanti biaya apa-apa, pulang pergi, selama lo disini gue tanggungin ongkosnya"

"Lo bisa aja dol, Oke besok gue berangkat ke Bali"

"Gitu dong bro, gue tunggu yaa"

Rupanya ada tawaran kerjaan dari sahabatku yang ada di Bali, mungkin ini kesempatan selain aku bekerja di Bali, aku juga bisa lebih mengenal dan menjelajahi Bali lebih dekat Sosial dan Budayanya.

Aku mempersiapkan semua perlengkapanku supaya besok bisa berangkat, tidak lupa aku meminta doa dari orang-orang terkasih supaya diberikan kelancaran. Barang-barang yang aku bawa lumayan banyak, terdapat dua karung besar perlengkapan bangunan yang aku bawa sendiri dari sini, supaya nanti tidak kerepotan sewaktu pengerjaannya.

Esoknya aku menuju ke Terminal Tirtonadi di Solo. Untuk selanjutnya aku menuju ke Bali naik Bis Sedyomulyo Perjalanan kiranya begitu menyenangkan bisa pergi menuju kesana. Sepanjang perjalanan di Bus aku sedikit merenungi makna dari perjalanan. Baru kali ini aku melintasi kota-kota di JawaTimur karena biasanya aku merantau ke arah barat kalau nggak Jakarta, Serang bahkan ke Prabumulih. Perjalanan di Bis terasa berkesan sambil menikmati tembang kenangan era 80-90 an.

Sesaat di Surabaya, Bis yang aku tumpangi berhenti sejenak untuk Istirahat di rumah makan.

Menjelang malam aku pun sudah sampai di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi   untuk selanjutnya menyebrang ke Pulau Bali. Pukul 11 malam itu aku sudah sampai di Pelabuhan Gilimanuk, Bali disana Abdul sudah menungguku. Kami selanjutnya pergi ke rumah Abdul, sudah lama dia menetap di Bali karena dia sudah sukses dengan bisnis kulinernya. Istirahat sejenak di rumah Abdul sampai pagi menjelang, sesaat aku melihat pernak-pernik rumahnya yang begitu indah. Tampak ukiran-ukiran khas Bali yang begitu memesona, Abdul menetap disini karena dia telah menenikah dengan wanita asli Bali.

Bali adalah salah satu destinasi wisata di Indonesia. Pulau Bali adalah pulau yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Bali selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara. Di Bali terdapat banyak sekali Tempat Wisata di Bali yang indah dan sangat eksotis. Keindahan ini lah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Bali. Di Bali menawarkan berbagai jenis wisata baik wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner dan juga wisata belanja. Para wisatawan tidak akan pernah bosan berlibur di sini.
Ingin rasanya aku menjelajahi semua tempat wisata yang ada di Bali, tapi nanti dulu karena kerjaan telah menanti. Abdul segera membawaku ke tempat tujuan, di daerah Gianyar, lokasinya cukup menjanjikan karena banyak turis lokal dan mancanegara yang berlalu-lalang.

Jadi tempat yang akan dibedah adalah bekas showroom motor bekas, lumayan cukup terawat. Jadi aku disini disuruh mendesain supaya terlihat sedap untuk dipandang. Aku pun disana bekerja sama dengan Nyoman Nugraha untuk membuat konsep, sedang untuk tenaga hariannya akan dicarikan oleh Abdul. Aku sementara waktu tinggal di Bali, aku dicarikan kos-kosan dideket lokasi project. Karena tidak memungkinkan aku menginap di rumahnya Abdul.

Paling besok pengerjaannya, hari ini aku mau merebahkan tubuhku yang lelah. Hari ini kunikmati waktuku sementara waktu ini, ada yang belum keturutan. Aku pergi ke Pantai Kuta yang sudah tersohor akan keindahan panoramanya. Sejauh mata memandang terlihat hamparan pasir putih yang membuka tabir kerinduan. Birunya lautan lepas menetramkan hati yang butuh penyegaran

Banyak Turis yang bersantai dan berjemur dibawah terik matahari, Bule-bule cantik yang memakai balutan bikini menambah asik pemandangan pantai. Aku melihat ombak dilautan yang sangat bagus, ingin rasanya aku bermain selancar tapi aku rasa itu sangat susah untukku, lain waktu saja. Di Pantai Kuta ini banyak sekali peselancar pemula yang belajar bahkan ada pemandunya, Papan selancar pun juga banyak yang disewakan seandainya ada yang ingin berselancar menaklukkan kelokan ombak Pantai Kuta.

Pantai Kuta dikala senja, sungguh indah yang Engkau ciptakan, mahakarya Tuhan yang memukau pandangan, lihatlah Sunset itu

"Siluet Senja menghempas bayangmu menghadapku, entah berapa banyak rinduku yang tak terbalas. Apakah perlahan-lahan keindahan akan sirna tercampakkan oleh gelap, ataukah kegelapan akan menampakkan secercah cahaya. Biarkan semua timpang dan langitnya merekah merona. Biarkanlah semua luka ini melebur bersama senjaku"

Aku menghabiskan malamku di Ubud. Kota Ubud, terletak di bagian tengah pulau Bali, Indonesia, dikenal sebagai pusat tarian dan kerajinan tradisional. Hutan hujan dan terasering padi yang mengelilingi kawasan Ubud, ditambah pura dan tempat pemujaan, merupakan salah satu lanskap Bali yang paling terkenal. Terdapat situs suci kuno, yaitu Goa Gajah yang memiliki ukiran serba mendetail dan Gunung Kawi, yaitu tempat pemujaan yang diukir dari batu. Malam itu aku menyaksikan tarian yang sangat indah, salah satu tarian yang paling terkenal di dunia yaitu Tari Kecak. Aku menikmati cerita yang disuguhkan melalui tari kecak yang begitu elok menawan. Penonton yang menyaksikan begitu kagum pada malam itu.

Setelah menonton tarian kecak sampai selesai, aku pun bergegas akan mencari kopi bali untuk menemaniku menghabiskan malam yang begitu indah di Bali. Karena suasana malam di Bali begitu hidup, aku pun kembali pulang ke Kos untuk menyiapkan hari esok.

Aku bersiap untuk menyambut hari, sesegera mungkin aku berangkat je lokasi project pembuatan warung bakso, ternyata disana Nyoman sudah menungguku disana,

"Seger Semeng bli Kurt Cobainn" (Selamat Pagi Bli Kurt Cobainn), sapa dia

"Semeng, Suba anteg dini aja" (Pagi bli, sudah sampai sini aja)

"nyanan konsepnya gmana menurut bli Nyoman"
(Nanti konsepnya gmana menurut bli Nyoman?)

"nyanan iraga/dewéké mekejang desain sedemikian sebeng ajak ornamen aga Gianyar Bali ané memadukan unén-unénan ukir tur masih lukisan ané iraga/dewéké mekejang susun memanjang apang ruangan kacingak luung"
(Nanti kita desain sedemikian rupa dengan ornamen asli Gianyar Bali yang memadukan seni ukir dan juga lukisan yang kita susun memanjang agar ruangan terlihat indah)

"keneh ané bagus, konsepnya tiang igum ajak bli, oke bli mai iraga/dewéké mekejang becal eksekusi mangda mekejang gencang rampung"
(Ide yang bagus, konsepnya saya sepakat dengan bli, oke bli mari kita lekas eksekusi supaya semua cepat selesai)

Aku dan Nyoman dibantu oleh tiga orang pekerja yang dibawakan oleh Abdul, orangnya Abdul yang sudah biasa bekerja membantu pengerjaan bangunan rumahnya. Aku dan Nyoman mencari bahan-bahan ke toko bangunan terdekat barang2 yang dicari kita catat dan cepat-cepat kita bawa untuk dipasang.

Abdul ingin memperluas jaringan usahanya, kali ini dia akan membuka usaha Bakso. Makanya dia begitu sangat antusias memulai pekerjaan ini. Aku pun memulai mengerjakan project ini pergi ke Toko Bangunan terdekat, jadi aku siapkan semua keperluan-keperluan yang digunakan untuk project. Mulai dari Semen, pasir, besi, kayu2 dll. Aku memilih bahan-bahan yang berkualitas supaya hasilnya memuaskan.

Aku melihat lihat lokasi, aku ukur panjang dan lebarnya. Kemudian aku menyiapkan kertas untuk memulai merancang desain yang menurutku bagus. Aku menggambar desain grafis tentu saja dibantu oleh Nyoman karena untuk grafiknya itu sendiri nanti kita pakai gaya ukiran khas bali. Nanti juga akan disertakan Lukisan-lukisan yang mempunyai nilai seni yang tinggi pula.

Kami bekerja membentuk desain warung makan tersebut mulai dari lantai keramiknya, dinding dan juga atap, sisi bagian depanpun kita rombak sedemikian rupa.

Kami pun bekerja keras dan tidak terasa sudah delapan hari pengerjaannya, bangunan dasarnya sudah jadi. Untuk kali ini kita akan mendesain ruangan dimana para konsumen akan menikmati hidangannya. Kali ini kita akan meninjau ukiran-ukiran dan lukisan di rumah Nyoman.

Aku diajak ke rumah Nyoman, disana banyak sekali karya seni ukiran bali yang sarat akan nilai keindahan. Beberapa orang pekerja nampak sedang merapihkan ukirannya. Saat itu disamping rumah Nyoman, terdapat sanggar seni tari. Terdapat beberapa gadis yang saat itu sedang belajar menari tari kecak. Tetapi ada yang menarik pandanganku, gadis cantik yang meliuk-liuk gerak tariannya

Aku menanyakan kepada nyoman, siapakah gadis yang tariannya tampak memukau itu. Ternyata gadis itu adalah adiknya, aku mulai tertarik melihat gadis itu. Sempat aku memohon kepada Nyoman supaya dikenalkan kepadanya. Nyoman malah meledekku, katanya dia memintaku untuk kenalan sendiri. Ya sudahlah aku mendekatinya dan memberanikan diri untuk berkenalan

Dadi kenalan gek? (boleh kenalan cantik?)

Ngujang ngajakin kenalan? kal ngude? (Buat apa ngajak kenalan segala. Mau apa?)

Bli cuma dot nawang gen (Kakak cuma pengin tahu aja)
Sire pesengane Gek? (Siapa namanya cantik?)

Kadek Sarasvati

Bagus sajan adane (Bagus sekali namanya)

Sire pesengan Bli? (Siapa nama Kakak)

Kurt Cobainn. Saking napi geg? (Kurt Cobainn. Darimana asalnya cantik?)

Saking Gianyar (Dari Gianyar)

Dadi nunas no hapene? (Boleh tidak minta no hapenya?)

Dadi  (Boleh)

Senang bisa mendapatkan no hpnya, sebuah respon yang sangat positif. Jadi aku bisa mengetahui lebih dekat tentang dia, melalui pesan-pesan Wa yang nanti bisa aku kirimkan. Berhari-hari aku pulang-pergi ke rumahnya Nyoman untuk mengatur segala urusan lukisan dan juga ukiran-ukiran. Sering juga aku melihat senyuman manis Kadek Sarasvati yang seakan menyambutku setiap kali aku datang. Aku melihat pada sosoknya adalah seorang gadis bali yang cantik kalem dan juga penganut Hindu yang sangat religius

Project warung Bakso yang aku tangani perlahan-lahan sudah mulai selesai. Dekorasinya pun sempurna, Abdul begitu senang dengan pekerjaan kami, dan menyenangkan honorku dinayarkan tepat waktu olehnya. Pekerjaan telah selesai, mungkin waktunya untuk pulang. Tapi nanti dulu, aku ternyata telah kepincut gadis bali itu, Kadek Sarasvati

Aku dan Kadek semakin lama semakin akrab, pernah disuatu liburan dia mengajakku untuk jalan ke Garuda Wisnu Kencana. Karya yang sangat indah yang sangat indah untuk dilewatkan bila berkunjung ke Bali. Kami pun mengabadikan momen itu dengan foto bersama, nampak dari raut muka Kadek yang begitu senang kala itu. Aku pun juga merasa nyaman ketika aku berada didekatnya.

Disudut taman yang indah, kurangkai dengan bunga2 dan hiasan2,  kupersiapkan semuanya yang aku butuhkan untuk mengatakan cinta, untuk mengatakan perasaan ku kepada Kadek.

"Iluh, ba mekelo beli kenal jak iluh,
ba makelo masih iraga bareng-bareng,
ne jani beli lakar ngorahang yening beli seken tresna ken iluh.
iluh nyak ke dadi demenan beli?"

( sudah terasa dalam aku mengenalmu
sudah lama juga kita jalan bareng,
hari ini aku ingin mengatakan,kalau aku cinta kepadamu,
maukah kamu menjadi pacarku?)

Begitulah kata yang terucap dariku, dengan sedikit menahan haru dia memberikan jawaban bahwa dia juga menerimaku dan bersedia untuk menjadi pacarku.

Aku pun demikian juga menahan haru yang sangat dalam, ternyata cintaku terbalas juga olehnya. Memang kalau sudah ada perasaan, dari gerak-gerik seseorang sudah bisa dirasakan, begitu juga olehku. Ini adalah sebuah perasaan bahagia, cinta yang aku dapatkan di Pulau Bali ini, sekaligus juga galau. Apakah aku harus memperpanjang waktuku disini atau tidak karena pekerjaanku sudah selesai.

Akupun ngobrol dengan Kadek untuk minta saran padanya, katanya dia memintaku untuk stay di Bali saja untuk pekerjaan nantinya bisa dibantu sama dia

"Kamu sarwi déwasa niki tinggal sid Bali saja. nyanan indik geginan aku rombo mencari, nyanan kalau kamu kaad aku janten bakal ngajap-ajap"

(Kamu sementara waktu ini tinggal di Bali saja. Nanti soal pekerjaan aku bantu mencari, nanti kalau kamu pergi aku pasti akan rindu)

Aku harus menenangkan hati dan pikiranku, karena orang yang aku sayangi ada disini. Aku juga harus menyesuaikan dengan kebudayaan yang berlaku disini. Kadek Sarasvati, dialah penyemangatku. Dia disini punya counter hp sendiri yang dia kelola dengan kerja kerasnya, dia memintaku untuk sementara waktu ini menjaga counter hpnya daripada aku bingung belum ada kerjaan disini

Tetapi aku kasihan sama dia kalau merepotkan, aku nyoba nyari kerjaan disini. Aku nyari kerjaan bangunan disekitaran Gianyar sini nggak ada, aku coba nyari-nyari info lagi melalui media sosial.

Abdul sohibku nggak tega melihat keadaanku yang lontang-lanting rupanya nggak tega, dia berjanji jika semuanya tengah siap dia memintaku untuk mengelola Warung Bakso baru miliknya, paling cuman nunggu waktu seminggu lagi. Seminggu ini juga aku manfaatin waktuku untuk membantu usaha dari Kadek, kadang aku ikut bantuin ngejaga counter hpnya jikalau dia lagi ke sanggar tari tempat dia berlatih.

Kadek Sarasvati suatu ketika mengajakku untuk menonton sebuah konser musik di sebuah cafe di Jimbaran. Kiss Band, yaitu Band asli bali yang musiknya bernuansa pop yang lirik2 lagunya membuat baper. Aku pun menikmati nuansa musik yang mengalir sendu

Ketika Kadek hendak ke belakang, tiba-tiba ada seorang lelaki yang mencoba meraih tangannya. Tapi Kadek menolaknya, mereka bertengkar. Ternyata lelaki itu bernama Ferdi, dan dia itu mantannya. Aku yang merasakan kecemburuan nggak terima Kadek didekatinya. Aku peringatkan dia, tetapi dia masih saja ngeyel. Kadek mencoba melerai dengan memelukku pertanda bahwa dia memilihku. Sempat akan terjadi perkelahian, tetapi semua bisa teratasi karena ada dari pihak Cafe yang melerai

Aku fikir dia adalah masa lalu dari Kadek yang hendak dilupakan dan kita akan memulai kehidupan yang baru dan lebih berbahagia dari yang sebelum-sebelumnya. Karena yakinlah, cinta akan menemukan jalannya sendiri.

Aku sering mengantarkan Kadek pentas ke acara-acara yang didatanginya. Memang gerakan tarinya begitu sangat magis, lirikan matanya yang tajam menjadi magnet tersendiri penonton yang menyaksikan, sungguh sadis menurutku.

Kehidupan berjalan sebagaimana mestinya, aku dipercayai oleh Abdul untuk mengelola Warung Bakso miliknya, Kadek pun juga terlihat sangat antusias dalam minggu2 pertama buka. Bersama dengan kawan-kawan yang lain dia membantuku untuk mempromosikan Bakso ke wisatawan yang ada di Bali.

Dia juga menemaniku ketika aku berbelanja ke Pasar dan ke penggilingan daging. Ada kejadian yang kurang mengenakkan, aku yang menyetir sepeda motor sedangkan dia yang membonceng sambil memegangi barang belanjaan. Ketika itu aku nyetirnya sambil ngantuk, motor pun menabrak trotoar sehingga terjadi kecelakaan. Aku pun trdapat sedikit lecet pada bagian kaki, untunglah Kadek tidak ada apa apa.

Seiring berjalannya waktu, aku mengelola usaha semakin lama semakin berjalan dengan lancar. Pelanggan-pelanggan pun mulai berdatangan bahkan kami sudah mulai memperluas jangkauan bilamana ada pemesanan. Aku menikmati Bali seutuhnya, ku nikmati hari-hariku bersama Kadek dengan penuh keindahan pulau Dewata. Anganku dahulu ketika ingin menjelajah Bali ternyata mulai kesampaian, disaat ada waktu senggang Kadek mengajakku untuk mengunjungi tempat-tempat menarik di Pulau Bali. Tempat-tempat yang kami kunjungi antara lain Uluwatu, Denpasar, Wisata Tanah Lot, Tanjung benoa dll

Di Bali aku belajar tentang banyak hal, tentang budaya-budaya yang ada disana. Disana mayoritas penduduk Bali menganut kepercayaan Hindu, sangat relijius. Om Swatiastu begitulah ucapan salam yang sering diucapkan oleh mereka, begitu juga Kadek Sarasvati seorang hindu yang relijius

Sempat hubungan kami agak ruwet karena masalah kepercayaan, tapi seiring berjalan waktu semua bisa diatasi. Kadek beralih kepercayaan, menyesuaikan dengan kepercayaanku. Keluarganya, kakaknya yang bernama Nyoman pun memaklumi karena kami saling mencintai. Mimpi kami untuk segera bersatu, sebentar lagi akan terwujud karena aku dan Kadek Sarasvati memutuskan akan bertunangan denganku, bisa dibayangkan nantinya perpaduan Jawa dan Bali.

Teringat sebuah puisi karya Chairil Anwar

SAJAK PUTIH – buat tunanganku Mirat
besandar pada tari warna pelangi
kau depanku bertudung sutra senja
di hitam matamu kembang mawar dan melati
harum rambutmu mengalun bergelut senja
sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
meriak muka air kolam jiwa
dan dalam dadaku memerdu lagu
menarik menari seluruh aku
hidup dari hidupku, pintu terbuka
selama matamu menengadah
selama kau darah mengalir dari luka
antara kita mati datang tidak membelah
Buat Miratku, Ratuku! Kubentuk dunia sendiri,
dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
kucuplah aku terus, kucuplah
dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku…..